



|
IBC, The Epitome of Indonesian Batik Culture Philosophy 12 September 2011 Batik merupakan salah satu identitas dari budaya local Indonesia yang hingga saat ini masih bertahan. Hal ini terjadi karena tidak terlepas dari adanya kebanggaan, adat tradisi, sifat religius dari ragam hias batik, serta usaha untuk melestarikan pemakai batik tradisional dan tata warna tradisional oleh bangsa Indonesia. Proses penciptaan motif pada kain batik sendiri pun tidak asal dibuat, melainkan harus mengandung nilai filosofi sebagai ungkapan cipta rasa dan karsa. Dengan pemahaman ini maka dalam memakai busana batik tidak asal pakai, tapi perlu mengerti filosofi yang terkandung di dalamnya sebagai tuntunan berperilaku. Hingga saat ini terdapat beberapa daerah yang masih dapat dikatakan sebagai daerah pembatikan tradisional. Daerah yang dimaksud antara lain: Surakarta, Yogyakarta, Madura, Jambi, Sumatera Barat, Bali dan tentu saja kota Pekalongan.Seiring berjalannya waktu, Batik di Pekalongan mengalami perkembangan pesat dibandingkan dengan daerah lain. Di daerah ini batik berkembang di sekitar daerah pantai, yaitu di daerah Pekalongan kota dan daerah Buaran, Pekajangan serta Wonopringgo. Pasang surut perkembangan batik Pekalongan membuktikan bahwa Pekalongan layak menjadi ikon bagi perkembangan batik di Nusantara dan tentu saja diharapkan dapat juga menjadi ikon di kancah International. Batik yang sudah menjadi nafas kehidupan sehari-hari warga Pekalongan dan merupakan salah satu produk unggulan, membuat Pekalongan dikenal sebagai KOTA BATIK dan di kota inilah sebuah inovasi bertajuk International Batik Center (IBC) dibangun. IBC menjadikan filosofi batik sebagai fondasi dasar pembangunannya dengan harapan dapat memperkenalkan budaya local Indonesia di dunia International dan diharapkan pula dapat berfungsi sebagai media pengingat bangsa Indonesia akan nilai lokal yang harus tetap dipertahankan. Hal ini tercermin dalam design dan pemilihan bahan yang keseluruhannya ditujukan untuk memberikan suasana lingkungan yang alami namun tetap modern. IBC menggabungkan filosofi Batik dengan berbagai konsep budaya nasional, internasional, dan unsur religi yang kemudian dijadikan sebagai tatanan dasar dalam Managemen Pengelolaan IBC. Hal ini semakin memperkuat pendapat bahwa IBC layak dijadikan cermin dari budaya Indonesia di mata dunia. |
|